Rastafaraus
Music
jelang konser zeppelin | jelang konser zeppelin |
|
|
|
|
Pagey sebagai Gitaris Bukannya apa-apa, sebagian pemenang tiket telah mencoba menjual ke orang lain dengan harga 1.000 poundsterling per tiket. "Sayangnya ada yang coba mencatut harga dengan menjual tiket ke orang lain, termasuk melalui eBay. Tolong dicatat, jika identitas diri penonton berbeda dengan saat mereka ikut undian, tiket dinyatakan batal dan uangnya tak dikembalikan," ancam Goldsmith.
Zeppelin hanya konser satu kali saja dalam rangka mengenang produser mereka, almarhum Ahmet Ertegun. Selain Zeppelin, tampil pula Pete Townshend, Bill Wyman, Foreigner, dan Paolo Nutini. Zeppelin terakhir kali konser di Berlin pada Juli 1980 atau dua bulan sebelum drumer John Bonham tutup usia karena overdosis. Konser 26 November menampilkan Jimmy Page alias Pagey (gitar), vokalis Robert Plant, pemetik bas John Paul Jones, dan putra John Bonham, Jason (drum). Line-up ini pernah tampil untuk audiens terbatas dalam pesta ulang tahun ke-40 label mereka, Atlantic Records, di New York tahun 1988. Hasil penjualan karcis konser 26 November akan dimanfaatkan untuk mendirikan yayasan pelestarian warisan Ertegun di dunia musik rock. Pagey merupakan tokoh sentral Zeppelin. Ia bukan pendiri dan cuma pemilik sah merek dagang Zeppelin, tetapi juga produser, komposer, serta penampil utama di panggung. Lebih dari itu sebagai gitaris Pagey dianggap salah satu yang terbaik di dunia—mungkin sedikit di bawah Jimi Hendrix dan Eric Clapton. Pagey menggantikan Clapton di Yardbirds, mengubahnya jadi New Yardbirds yang lalu ganti nama jadi Led Zeppelin. Ketika Zeppelin masyhur di tahun 1970-an dua pesaing utama Pagey adalah Tony Iommi (Black Sabbath) dan Ritchie Blackmore (Deep Purple). Sebagian kritikus malah menganggap pada awalnya Iommi lebih pantas disebut sebagai penemu heavy metal ketimbang Pagey lewat karya macam War Pigs, Iron Man, atau Sabbath Bloody Sabbath. Namun, Black Sabbath gagal menjulang setinggi Zeppelin. Jika permainan Iommi ibarat hanya menaiki satu per satu anak tangga, Pagey terbang ke mana-mana. Iommi terlalu mengandalkan riff atau power chords, sementara Pagey mengeksplorasi segala jenis musik—termasuk musik Celtic dan Maroko—untuk memperkaya karya Zeppelin. Singkat kata, Zeppelin ibarat The Beatles dan Black Sabbath ditakdirkan sebagai Rolling Stones di urutan kedua. Permainan gitar Blackmore lebih bagus karena ia sejak kecil terlatih sebagai musisi klasik dibandingkan dengan Pagey yang otodidak. Namun, kepribadian Blackmore yang temperamental menghambat sukses Deep Purple yang sempat melahirkan album-album klasik seperti In Rock (1970), Machine Head (1972), dan Made in Japan (1972). Dan Pagey belum tentu bisa memainkan solo maut Blackmore di Highway Star, Space Truckin’ dan Smoke On the Water. May dan Gilmour Dua pesaing lain bagi Pagey di tahun 1970-an adalah Brian May (Queen) dan David Gilmour (Pink Floyd). Queen mencapai sukses komersial yang nyaris sebanding dengan Zeppelin. Permainan solo May yang "kering" tetapi mengalir lancar terdengar pada nomor Killer Queen, We Will Rock You, atau We are the Champions. Banyak yang menilai permainan Pagey dan May amat mirip, dengarkan saja solo masing-masing di Heartbreaker dan Tie Your Mother Down. Permainan gitar Gilmour mengandalkan teknik sustain and bending serta amat melodius. Tak mudah bagi Pagey untuk menulis solo gitar pada tiga lagu klasik Pink Floyd, yakni Time, Money, dan Comfortably Numb. Sebaliknya, Gilmour sering memainkan nomor-nomor klasik Zeppelin, terutama Wholla Lotta Love pada saat sound check konser-konser Pink Floyd dalam versi yang lebih bagus. Keunggulan Pagey dibandingkan dengan Gilmour, May, Blackmore, dan Iommi adalah pesona diri di atas maupun di balik panggung yang selalu menarik. Pagey tahu persis bagaimana menjual sosoknya sebagai penampil. Ia berdandan bagaikan perempuan, termasuk merawat rambutnya dengan serius. Ia memerhatikan wardrobe yang tak ketinggalan zaman setiap kali manggung, termasuk mengenakan setelan karya desainer Coco yang bermotifkan ular naga. Pagey adalah pelopor yang memakai gitar berleher dua Gibson EDS-1275 yang dipakai untuk Stairway to Heaven, Celebration Day, The Rain Song, dan The Song Remains the Same. Sebagai gitaris, Pagey mungkin satu-satunya yang memanfaatkan beragam merek gitar, mulai dari berbagai model Fender Telecaster dan Stratocaster, berderet model Gibson Les Paul, Danelectro, Vox, dan Rickenbacker. Pagey adalah satu-satunya pemakai busur biola (cello bow) saat konser untuk mengeksplorasi suara yang unik, terutama ketika menampilkan gitar solo ekstra panjang di nomor Dazed and Confused atau Wholla Lotta Love. Ia juga sering memanipulasi suara gitar Gibson yang dia distorsikan dengan peralatan sistem suara (seperti amplifier) miliknya di panggung. Pagey bukan gitaris yang disiplin seperti Gilmour yang memainkan solo gitar konser yang harus sama dengan yang di album. Pagey tak bosan menggantikan solonya tiap malam dengan variasi yang berbeda-beda. Ia bukan gitaris yang teliti, Anda bisa mendengarkan ia memetik senar-senar yang salah di album konser The Song Remains the Same (1976) atau How the West was Won (2007). Keunggulan lain Pagey adalah jemarinya yang menari-nari lincah pada setiap konser sebagai cerminan dari antusiasme dia sebagai gitaris yang tak kenal menyerah. Sampai kini ia masih aktif bermain bersama artis-artis muda, tetap memproduksi musik bagi dirinya atau artis-artis lain, dan sedang menyiapkan konser 26 November. Jika Anda ingin tahu sosok Pagey, dengarkanlah permainan dia pada album konser-konser dia baik sebagai gitaris Zeppelin, Page/Plant, atau The Black Crowes. Menurut saya, solo gitar terbaik Pagey bisa Anda dengarkan pada nomor No Quarter di album The Song Remains the Same. =Jimmy Page= James Patrick Page, kelahiran 9 Januari 1944, mulai bermain gitar sejak usia 15 tahun. Saat masih remaja ia menjadi "session man", yang bermain gitar untuk rekaman artis-artis lain. Permainan gitar Pagey, sapaan akrab James Patrick Page, dapat didengar pada lagu "As Tears Go By" (Marianne Faithfull), "Heart of Stone" (Rolling Stones), dan "Baby Please Don't Go" (Van Morrison & Them). Ia juga menyumbangkan gitar untuk album debut The Kinks dan singel pertama The Who, "I Can't Explain". Namun, solo gitar dia akhirnya tak dipakai. Pagey memulai karier sebagai produser di label Immediate Records dan berkenalan dengan dua idola dia, John Mayall dan Eric Clapton. Sebagai gitaris, Pagey mulai top setelah bermain di lima lagu album debut karya Joe Cocker, "With a Little Help from My Friends". Pagey bersama gitaris Rolling Stones, Keith Richards merekam lagu "Little Queen of Spades" karya legenda blues, Robert Johnson. Akhir tahun 1964 Pagey dibujuk menggantikan Clapton di Yardbirds, tetapi menolak karena tak mau dianggap berkhianat terhadap Clapton yang dia anggap sebagai gurunya. Beberapa bulan kemudian ia akhirnya mau menerima, tetapi sebagai pemain bas menggantikan Paul Samwell-Smith. Perlahan-lahan ia jadi gitaris kedua setelah Jeff Beck, sedangkan Chris Dreja jadi pemain bas. Setelah Beck pergi, Pagey tinggal satu-satunya gitaris dan Yardbirds merilis album "Little Games" (1967). Dua personel, Keith Relf (vokal) dan Jim McCarty (drum) pergi tahun 1968, padahal mereka terikat kontrak konser di negara-negara Skandinavia. Ia merekrut Robert Plant (vokal) dan John Bonham (drum) dan dihubungi John Paul Jones (bas) yang minta bergabung. Dalam tur Skandinavia itu band baru ini memakai nama "New Yardbirds". Adalah drumer The Who, Keith Moon yang menyarankan Pagey memakai nama "Lead Zeppelin". Namun, ia mengubahnya jadi "Led Zeppelin". Pagey hanya butuh waktu 36 jam untuk memproduksi album perdana "Led Zeppelin" (1969), termasuk proses "mixing"-nya. "Led Zeppelin II" (1969) yang menelurkan hit "Wholla Lotta Love" dianggap sebagai cetak biru musik hard rock tahun 1970-an. Berbeda dengan dua album pertama, Pagey banyak memanfaatkan gitar akustik untuk album "Led Zeppelin III" (1970). Di "ZoSo" (1971), yang mencuatkan "Stairway to Heaven", Pagey mengombinasikan musik akustik dengan "heavy metal" dan blues. Pagey bereksperimentasi lagi di "Houses of the Holy" (1973) dengan synthesiser dan orkestrasi mellotron. "Physical Graffiti" (1975) album ganda pertama Zeppelin yang terdiri dari 18 lagu dan direkam label milik Zeppelin sendiri, Swan Song Records. Gara-gara album yang sukses ini Zeppelin merebut gelar "Band Rock Terbaik di Dunia" versi majalah "Rolling Stone" bersama Rolling Stones dan The Who. Di album "Presence" (1976) Zeppelin kembali ke akar blues. Pagey, yang mulai memakai heroin, mengakui "Presence" (1976) sebagai album terfavorit dia dan salah satu lagu, "Achilles Last Stand" sebagai karya Zeppelin terfavorit dia. Paul Jones mengambil alih fungsi sebagai produser ketika Zeppelin merilis album "In Through the Out Door" (1979). Setelah Zeppelin bubar tahun 1980, Pagey bermain dalam serangkaian konser ARMS (Action Research for Multiple Sclerosis) tahun 1983, antara lain bersama Steve Winwood, Beck, dan Clapton. Tak lama kemudian, Pagey membantu rekaman album karya Roy Harper dan melancarkan tur skala kecil di Inggris. Tahun 1984, Pagey bersama Plant merekam album baru dengan band The Honeydrippers. Ia juga bekerja sama dengan Paul Rodgers merekam dua album dengan band baru bernama The Firm, yang bertajuk "The Firm" (1985) dan "Mean Business" (1986). Proyek Pagey selanjutnya adalah merekam album solo "Outrider"(1986) bersama Plant dan bermain gitar untuk sebuah lagu Rolling Stones, "One Hit (to the Body)". Ia juga merekam album "Coverdale-Page" (1993) bersama mantan vokalis Deep Purple, David Coverdale. Tiga personel Zeppelin sempat reuni di Live Aid 1985 dengan dua drumer, Phil Collins dan Tony Thompson. Mereka tampil lagi (kali ini bersama drumer Jason Bonham) dalam acara HUT ke-40 Atlantic Records 14 Mei 1988. Tahun 1990 dalam konser Knebworth Pagey dan Plant bermain di panggung membawakan lagu-lagu Zeppelin, "Misty Mountain Hop", "Wearing and Tearing", "Rock and Roll". Tahun 1994 Pagey dan Plant muncul dalam acara MTV, "Unplugged" selama 90 menit dengan judul "Unledded". Acara itu di-CD-kan dengan judul "No Quarter: Jimmy Page and Robert Plant Unledded" (1994) yang dilanjutkan dengan pembuatan DVD "No Quarter Unledded" serta tur dunianya. Tahun 1998 Page/Plant merilis "Walking into Clarksdale". Tahun 2005 Pagey dianugerahi gelar kebangsawanan Order of the British Empire (OBE). Tahun lalu kepada BBC ia mengatakan akan merekam album baru tahun 2007.Kompas Jumat, 05 Oktober 2007
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.21
3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||
| Totals Top 5 |