THOUSANDS TO RALLY IN COPENHAGEN DEMANDING SYSTEM CHANGE Joint MEDIA RELEASE: 12 December 2009, Copenhagen  THOUSANDS TO RALLY IN COPENHAGEN DEMANDING SYSTEM CHA... Read more...
International Day Against Monoculture Tree Plantations Stop the expansion of monoculture tree plantations ! Throughout the world, millions of hectares of producti... Read more...
 
URGENT SUPPORT needed for indigenous people A bloody World Environment Day in the Peruvian Amazo Indigenous organizations call for support from the intern... Read more...
Delaration from WRM meeting in Costa Rica on Climate, Forests and Plantations Declaration of Heredia on Climate, Forests and Plantations Heredia, 28 March 2009 We, organisations of c... Read more...
 
You are here: Home arrow Rastafaraus arrow Article arrow BLT Plus Pro dan Kontra
BLT Plus Pro dan Kontra PDF Print E-mail

Ibarat goyangan nge-bor ala Inul Daratista yang fenomenal dicerca dan dicekal. BLT Plus pun demikian. Belum lagi program ini digulirkan, telah menuai kritik dan penolakan. Sementara itu kempanye dan janji-janji BLT plus terus berhembus membuai 19 juta lebih keluarga miskin di Indonesia. Kelompok yang kontra merujuk pada fakta tahun 2005, dimana BLT justru menambah angka kemiskinan. 

Lagu lama BLT tahun 2005 diaransemen ulang menjadi BLT plus tahun 2008. Dengan pesan inti yang sama, bahwa kenaikan harga BBM adalah pil pahit yang menyehatkan. Kenaikan harga BBM justru akan menguntungkan rakyat miskin. Selain dapat uang tunai juga akan dibagi bahan pokok, kata JK menyakinkan. Dengan penuh keyakinan dan janji-janji Tim pemerintah SBY-JK dan para pendukungnya sibuk berkampanye bahwa Dengan bantuan langsung tunai (BLT), maka orang miskin akan berkurang. Dengan harga BBM sesuai pasar, industri akan tangguh dan tidak manja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, BLT senilai Rp 100.000 per bulan akan mulai disalurkan begitu kenaikan harga BBM dilakukan. Program bantuan itu minimal akan berjalan setahun. Nilai BLT itu sama dengan kompensasi yang diberikan pemerintah saat kenaikan harga BBM, Oktober 2005. Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung mengingatkan penyaluran BLT sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, harus dipastikan sampai kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya. "Jangan seperti tahun 2005, banyak yang mengeluh tidak dapat dan jumlahnya berkurang dari yang seharusnya didapatkan," kata Akbar.

Kampanye diatas disanggah keras oleh Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy. Menurutnya, BLT plus tersebut merupakan bentuk suap politik. "Itu (BLT) sama saja dengan suap politik. Tujuannya, mencegah kemarahan rakyat terhadap kebijakan menaikkan harga. Tak ketinggalan Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P Taufik Kiemas angkat bicara, “Pemberian Bantuan Langsung Tunai yang direncanakan pemerintah hanya akan menyebabkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengemis. 

Pro dan kontra soal kenaikan harga BBM termasuk urursan BLT plus tidak saja diterjadi pada tingkat elit saja. Di kelompok dan elemen masyarakat lainnya. Terlepas dari itu fakta kenaiakan harga BBM tahun 2005 justru meningkatkan angka kemiskinan dari 35,1 juta jiwa (2005) menjadi 39,3 juta jiwa (2006). Industri terus mengalami percepatan de-industrialisasi, dari tingkat pertumbuhan 7,2% (2004) menjadi hanya 5,1% (2007).

Pendapat lain datang dari Managing Director Econit Hendri Saparini, “Argumen pemerintah SBY-JK bahwa secara ekonomi kelompok masyarakat bawah justru diuntungkan dengan kenaikan harga BBM, karena adanya BLT dan beras untuk rakyat miskin (raskin), perlu analisis kritis”. Fakta menunjukkan program kompensasi kenaikan harga BBM 2005 tidak mampu menjaga merosotnya daya beli masyarakat bawah akibat model BLT yang lemah. Apalagi, data yang digunakan dalam BLT plus 2008 adalah data based penerima BLT 2005 yang sudah out of date. Karena itu, bila kebijakan kenaikan harga BBM belum siap, maka Presiden SBY tidak perlu ragu.

Ribut-ribut naiknya harga BBM dan BLT plus makin panas. Sama persis sebagaiman yang terjadi di tahun 2005. Harga BBM naik, akhirnya semua diam menyaksikan rakyat miskin saling sikut, rebut dan mengerang nyawa demi mendapatkan 300 ribu rupiah BLT. Dan Inul pun masih tetap goyang nge-borrrrr.
 

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.21 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 


Login Bro

Site Widgets



Check Google Page Rank